Masih inget sama laki-laki Melayu berambut keriting ini? Betul, beliau Andrea Hirata. Delapan tahun yang lalu aku mengenal karya pertamanya berupa sebuah novel cukup tebal yang judulnya "Laskar Pelangi". Ayahku yang mengenalkan novel itu padaku dua tahun setelah cetakan awal LP diterbitkan pertama kali. Novelnya bagus banget, bercerita tentang dunia pendidikan dan hal-hal sederhana lainnya yang biasa orang Melayu lakukan sehari-hari. Laskar Pelangi membuatku kagum pada sosok penulisnya, pak cik Andrea. Dimulai dari situ, aku selalu menunggu hasil karya beliau selanjutnya. Lalu hadir lanjutan dari Laskar Pelangi (tetralogi), dwilogi Padang Bulan, dan 11 Patriot. Ada yang beli sendiri, ada juga yang minjem (tak apa, yang penting isinya toh).
sesaat setelah ingatan berubah menjadi kenangan, aku baru tau bahwa smua kenangan itu indah (•˘⌣˘•)
Selasa, 01 Desember 2015
Kamis, 08 Oktober 2015
Lorong Waktu
All at once everything looks different
Now that I see you
............................
Lagu berjudul I See The Light lagi jadi lagu wajib di playlist hp ku minggu ini. Lagunya bagus banget (baru nyadar) !! Yang nyanyi Mandy Moore feat Zachary Levi dan dijadiin ost. film Disney berjudul Tangled. Iya, filmnya si Rapunzel itu lho yang punya rambut panjaaang banget dan rambutnya punya kekuatan super buat nyembuhin penyakit atau luka orang lain.Ceritanya dia permaisuri kerajaan yang diculik dari bayi sama nenek sihir. Singkat cerita, dia ketemu seorang pemuda yang ternyata menyelamatkan dia dan mengembalikan si Rapunzel ini ke istana terus mereka nikah deh. Pemuda yang dari kalangan biasa ini akhirnya jadi pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, happily ever after. Emang sinetron Tukang Bubur, ngga ada tamatnya. Hahaha, pft !
Sabtu, 26 September 2015
Inspirasi dari Seorang Raisa Andriana
Suatu malam minggu, kawanku mengajak nonton konser musik di gedung ICE (Indonesian Convention Exhibition) yang kebetulan gedung konser yang sedang naik daun ini dekat sekali dari rumah kami. Tak perlu berpikir panjang, aku pun meng 'iya' kan ajakannya. Sebentar, jangan salah sangka dulu. Aku bukan mau pamer kemesraan dan menceritakan kisah kencan nonton konser ya, kawanku ini perempuan dan kami jomblo. Tentang status penting untuk diklarifikasi, takut salah sangka. Hahaha !
Dua penyanyi muda Indonesia yang akan kami tonton perform-nya malam itu adalah AFGAN dan RAISA dalam konser bertajuk "A Night to Remember". Antusias pertamanya bukan karena nonton mereka berdua, tapi takjub karena gedung ICE ini ternyata megah dan keren. Agak salah fokus ya, hehe. Karena terus terang aku bukan penggemar kedua penyanyi itu, cuma tau dikit-dikit aja lagunya mereka jadi ngga seantusias nonton band favoritku (Maliq&D'essentials). Waktu itu mikirnya, lumayanlah daripada malam minggu di rumah aja.
Sabtu, 12 September 2015
Live in Periscope
Fuuuuh...Fuuuuh...Fuuuuh ! *tiup-tiup sarang laba-laba di blog*
Lumayan lama ngga pernah nengok akun ini lagi, akun ini hampir dilupakan seiring banyaknya aplikasi media sosial lain yang beredar di playstore beberapa tahun terakhir ini.
Kemarin-kemarin aku lagi suka kepo-kepo akun para artis muda dalam negeri di linimasa mereka. Ada tulisan "Live in Periscope", trus ada tulisan "via Periscope.Tv" di keterangan dari mana kicauan itu diupdate. Penasaran, lalu aku klik link-nya. Error, blank, ngga kebuka apa-apa, layarnya jadi putih doang. Gadget belum support sepertinya, maklum masih pake android edisi jadul :(
Karena hp sepertinya belum support, aku berpikir untuk mengabaikan pencarian tentang apa itu media sosial Periscope. Yang penting pernah denger walaupun ngga tau kecanggihan Periscope sebenernya. Yah minimal ngga norak-norak banget gitu lah, nanti level kegaulan turun drastis dong. Haha !
Rabu, 29 April 2015
Menyambut Hangatnya Matahari Pagi di Puncak Bukit Posong
Bagi para pendaki gunung, tak ada yang lebih menyenangkan selain dapat menyambut kedatangan matahari pagi dari sebuah puncak. Bukit Posong adalah salah satu tempat terbaik untuk memburu keindahan matahari terbit. Bukit ini terletak di lereng gunung Sindoro, tepatnya di desa Tlahab, Kecamatan Kledung yang hanya berjarak 3,5 km dari jalan raya Temanggung-Wonosobo. Perjalanan menuju Posong dapat ditempuh hanya 15 menit saja dari pusat kota Temanggung menggunakan
sepeda motor ataupun mobil pribadi.
Selasa, 31 Maret 2015
Selamat Panjang Umur, Aku !
31 Maret 2015. Hari refleksi.
Tepat di akhir bulan ke 3 tahun ini, usiaku genap menginjak 23 tahun. Usiaku menjadi bertambah satu dari tahun kemarin. Bertambah satu sama dengan satu tahun kehidupan. Ajaib ! Ini bukan ajaib, tapi satu tahun itu adalah kehidupan yang benar-benar terjadi selama 365 hari. Aku tak lagi menganggap ini hari ulang tahun. Aku sepakat dengan diriku sendiri menyebut hari mengulang tahun ini menjadi hari refleksi. Karena memang tak ada tahun yang diulang, yang ada adalah tahun yang baru dengan cerita baru serta segala pertambahan kebaikan dan mungkin juga bertambahnya kedewasaan.
Selasa, 24 Maret 2015
Sabtu Bersama Bapak
Semua orang menilai bahwa bapak adalah sesosok laki-laki yang paling hebat sejagat raya melebihi super hero terkuat manapun. Tak terkecuali aku. Bagi seorang anak perempuan sepertiku, bapak adalah laki-laki pertama yang aku cintai. Satu-satunya laki-laki yang tidak pernah bikin patah hati, kasih sayangnya begitu tulus tanpa balas. Bapak selalu berusaha keras membuat istri dan anak-anaknya bahagia dengan cara apapun. Bapak tidak pernah melupakan atau pura-pura lupa akan tanggung jawabnya sebagai kapten dari kapal yang mengarungi sebuah bahtera bernama rumah tangga.
Bapak yang hebat ini pula yang dimiliki oleh dua orang kakak beradik laki-laki, Satya dan Cakra. Mereka adalah anak dari seorang bapak bernama Gunawan Garnida dan ibu mereka Itje Garnida. Kisah keluarga Pak Gunawan ini diceritakan dengan sangat apik dan mengharukan oleh Aditya Mulya dalam buku berjudul "Sabtu Bersama Bapak".
Senin, 23 Februari 2015
Bicara Tentang Menikah
Tahun ini usiaku menginjak tahun ke 23. Usia muda yang bisa dibilang cukup matang dan produktif untuk ukuran seorang anak manusia. Tentu saja tak hanya aku, ada ribuan pemuda 23 tahun di negeri ini. Sudah lulus kuliah dengan menyandang gelar di belakang nama, bekerja untuk mencapai kemapanan finansial, melanjutkan studi untuk memperdalam ilmu, mengabdi untuk bangsa, mengikuti berbagai program pertukaran pelajar ke luar negeri, bahkan menjadi seorang Puteri Indonesia, dan ataupun langsung menyempurnakan separuh agama melalui upacara sakral pernikahan, semuanya tergantung pada pilihan hidup masing-masing individu muda.
Rabu, 04 Februari 2015
Terima Kasih Dariku Untuk Kita
Artikel tentang hubungan pertemanan ini menggelitik sekali. Aku dibuat mesam-mesem saat membacanya. Semua yang artikel itu katakan memang benar adanya. Kisah pertemanan yang menyenangkan selalu menjadi tempat pulang, menjadi tempat kembali setelah kemanapun kamu berkelana (seolah-olah) mencari teman baru, pengalaman baru, dan bahkan kehidupan baru.
Senin, 26 Januari 2015
Rasa dibalik Toga Wisuda
Perasaanku hari ini tak seperti teman-temanku yang lain, yang
ku tahu mereka berbahagia. Sedangkan perasaanku? Tak karuan. Kami semua
mengawali hari ini dengan kegiatan yang sama, gladi bersih wisuda. Ya, esok dan
lusa ada 1.800-an mahasiswa yang akan dikukuhkan secara resmi menyandang gelar
Diploma, Sarjana, Master, dan Doktor. Aku termasuk salah satu diantara ratusan
sarjana bertoga itu. Dibalik rasa syukurku yang (tentu saja) sangat besar karena telah
berhasil menyelesaikan kuliah dengan (lumayan) baik, ku mengalami ketakutan
besar. Pertanyaan yang tak hentinya terngiang dalam pikiranku adalah ‘akan apa
kamu setelah ini?’, pertanyaan itu ku jawab sendiri dengan jawaban ‘bekerja, aku
belum ingin melanjutkan sekolah lagi’, lalu muncul lagi pertanyaan lanjutannya ‘akan
bekerja dimana?’, sampai pada pertanyaan ini otakku mendadak berhenti berpikir.
Hanya jawaban ‘tidak tahu’ yang reflek muncul. Pikiranku seakan berkata dengan
nada mengejek ‘hey, bagaimana kau tak tahu akan bekerja dimana. Kau seorang
sarjana sekarang !’, semakin tak ingin wisuda saja aku rasanya. Ah, seandainya
saja upacara itu bisa ditunda hingga aku sudah secara resmi terdaftar menjadi
karyawan disuatu perusahaan besar.
Bukan tanpa bekal aku dilepas oleh universitas negeri
kebanggaan warga Semarang ini, bahkan aku dibekali banyak hal untuk menghadapi
dunia keras di luar sana. Hanya mungkin aku yang belum memanfaatkan dengan baik
bekal yang diberikan. Aku pernah punya mimpi kecil, dimana aku sudah diterima
bekerja sebelum hari H wisuda. Sampai H-1 menjelang proses upacara itu, aku
belum juga mendapatkan pekerjaan. Habis sudah deadline-ku untuk tidak menyandang gelar mengerikan pasca wisuda.
Semoga sebelum bulan berganti, aku sudah mendapatkan pekerjaan yang baik dan
sesuai dengan idealisme sederhanaku.
Ayah bilang ini bagian dari proses hidup, yang terpenting
adalah tetap berusaha mencoba. Karena mencoba adalah membuka peluang atas
segala ketidakmungkinan.
Belajar banyak hal, bertemu kawan-kawan hebat, bertemu
kawan-kawan terbaik, mengunjungi banyak tempat, mencicipi hal baru, sungguh kisah
4,5 tahun yang amat sangat pantas disyukuri. Ku percaya, tak ada satupun proses
belajar yang berakhir sia-sia.
Teruslah berikhtiar, karena Tuhan tidak pernah tidur.
Terima kasih untuk semangat yang selalu diberikan ya Mima, Okky, Sabrina,
Dinar.
Terima kasih Kawan terhebat yang tak ada duanya, Mei, Sapta, Reni,
Aghnia.
Terima kasih Partner riset terbaik yang pernah ada, Indah, Isti, Ina,
Fitria, Selfina, Isma.
Terima kasih juga untuk Sesil, Lufthy, Erwin, Edwin, Anjar, Enk sudah
bantu aku urus ini itu.
-Ditulis saat H-1 wisuda, dan menggalau karena belum punya
pekerjaan-
Minggu, 04 Januari 2015
Akhirnyaa, sarjana !
Sudah lama aku tidak bercerita lewat tulisan lagi disini. Mungkin aku sibuk. Entahlah, yang jelas aku mau bercerita lagi hari ini. Banyak sekali cerita menarik yang sudah lama terlewatkan. Ini sudah bulan apa? Januari 2015 ya? Bahkan sudah berganti tahun. Tak terasa, secepat ini waktu berjalan. Aku akan bercerita sedikit tentang bulan September 2014 yang menyenangkan.
Kisahku bersama Indonesia Mengajar
Rasanya sudah lama sekali tidak menulis disini. Kalau diibaratkan kamar kos, blog ini sudah seperti kamar kosan yang ditinggal penghuninya 3 bulan. Kebayang kan kotornya? Bentuknya sudah bukan lagi kamar tapi lebih mirip gudang. Banyak sarang laba-laba disudut-sudut dindingnya, lantainya berdebu, meja dan rak buku pun sama berdebunya. Tebal sekali, seperti rumah-rumah dipinggir jalan yang setiap hari terkena asap hitam kendaraan. Kotor dengan debu tebal dan sarang laba-laba, terus jadi agak mistis. Eh bohong, deng ! Hehe...
Kebetulan pemilik kamar kosan yang ditinggal 3 bulan lamanya itu, aku. Iya, kamar sempit yang jadi lebih mirip gudang itu kamar kosku. Bukan tanpa alasan aku meninggalkannya begitu lama tanpa sempat menengok barang sehari atau dua hari saja. Alasanku kuat, aku diterima menjadi magangers di kantor Gerakan Indonesia Mengajar. Aku juga pernah menulis tentang gerakan inspiratif ini pada postingan terdahulu.
Kamis, 21 Agustus 2014
Kamis Manis
Akhirnya, 3/4 sarjana !
Aku baru saja pulang dari kampus untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian ku di depan 6 dosen dan beberapa teman-teman mahasiswa. Ini seminar ku yang kedua kali setelah yang pertama sempat gagal sebulan lalu. Bangkit lagi setelah jatuh itu tak mudah, kawan. Luka jatuh yang disiram air garam rasanya perih tak terkira, tapi ternyata cepet sembuh !
Ah, ditanggal ini tepat sebulan kemarin rasanya perasaanku tidak karuan. Hanya bisa memaki pada Tuhan dan tak hentinya mengeluh. Kecewa sekali rasanya, aku menangis. Tapi gimanapun, kita ngga akan tahu rasanya manis kalau belum pernah merasakan pahit. Mungkin ini hanyalah progres kecil yang tak patut dibanggakan, tapi bagiku sekecil apapun progresnya harus tetap disyukuri. Karena progres yang kecil itupun hasil dari berjuang.
"Berani nyoba dan gagal cuma bikin kamu ngerasa punya HARI yang buruk, takut nyoba bakal bikin kamu ngerasa punya HIDUP yang buruk." -WK-
Selangkah lagi perjalananku mengejar teman-teman menyandang gelar sarjana. Semoga langkah selanjutnya lebih dimudahkan dan dilancarkan. Aku hanya percaya bahwa hasil akan sebanding dengan usahanya, berbanding lurus. Dan yang aku tahu, Tuhan Maha Baik. Jangan pernah menjauh, karena Dia sedikitpun tidak pernah.
Ini bukan cerita tentang hasil, tapi ceritaku tentang berjuang...
Keep fighting, keep running, keep praying !
-Sore hari, sesaat setelah seminar kelayakan yang berhasil setelah sebelumnya gagal-
Jumat, 15 Agustus 2014
Ketika Galau Datang
Kadang hidup ngga selamanya berjalan mulus. Rencana yang aku punya dan Tuhan punya belum tentu match alias beda. Iya sih semua quote yang bilang kalau rencana Tuhan pasti lebih baik itu semuanya bener. Rencana kita mungkin juga ngga salah, hanya mungkin kurang tepat.
Sabtu, 12 Juli 2014
Tentang Kehidupan 20 Tahun
Sampai detik kau membaca tulisanku ini sudahkah kau berusia 20 tahun, kawan?
Kalau sudah aku akan memberitahumu tentang perjalanan perubahan yang membawamu menuju kedewasaan. Kejadian-kejadian ini aku kutip dari sebuah artikel menarik pada website hipwee .
Inilah 20 kejadian yang membawa banyak perubahan pada hidupmu yang dimulai di usia ke 20 tahun, selamat membaca !
Kalau sudah aku akan memberitahumu tentang perjalanan perubahan yang membawamu menuju kedewasaan. Kejadian-kejadian ini aku kutip dari sebuah artikel menarik pada website hipwee .
Inilah 20 kejadian yang membawa banyak perubahan pada hidupmu yang dimulai di usia ke 20 tahun, selamat membaca !
Sabtu, 05 Juli 2014
TBIM BonBar
Sebenarnya sudah dari sebulan yang lalu aku ingin bercerita tentang komunitas relawan keren, namanya TBIM BonBar. Kepanjangan dari Taman Baca Indonesia Menyala Kebon Baru, adalah sebuah taman baca (seperti perpustakaan kecil) yang diinisiatori oleh 3 orang penyala yang tidak kalah keren. Sebut saja kak Reni, kak Ulfa, dan Chenia. Hampir tiga bulan lamanya setiap satu kali dalam seminggu- setiap hari sabtu - saya ikut berkumpul menjadi relawan TBIM BonBar di posko kuning yang terletak di daerah Kebon Baru Tebet, Jakarta Selatan.
Selasa, 18 Februari 2014
Seorang Slamet Mustofa
Anak laki-laki kecil nan mungil berkulit hitam itu namanya Slamet Mustofa, teman-teman dan gurunya biasa memanggil ia Mustofa atau Tofa. Umurnya 11 tahun. Ia murid kelas 6 di salah satu sekolah dasar nun jauh disana di sebuah desa di ujung kabupaten Temanggung, SDN 2 PagerGunung. Bukan tak sengaja aku mengenal Mustofa, aku mengenalnya saat aku menjalani pengabdian di desa PagerGunung melalui program-program KKN.
Sabtu, 28 Desember 2013
Western Homemade "We Made Taste"
Untuk mahasiswa gaul Tembalang yang suka sama western food tapi ngga pake mahal boleh banget dateng ke cafe kecil nan cozy, namanya "We Made Taste".

Cafe ini berada di daerah Srondol, Semarang. Tepatnya di Jl. Murbei III/3 kompleks Bina Marga (sesuai sama cover buku menu di atas). Untuk yang belum pernah dan ngga tau daerahnya pasti bingung nyari tempatnya, karena cafe kecil ini nyatu sama rumah-rumah lainnya di kompleks perumahan Srondol Banyumanik. Perumahannya pun agak susah ditemui karena namanya ngga terlalu terkenal didenger mahasiswa. Begini cara bodohnya untuk sampai ke We Made, dari patung kuda diponegoro belok kiri (kalau dari arah ngesrep) atau lurus terus (kalau dari arah gombel). Ikutin terus sepanjang jalan setiabudi itu sampai ketemu SPBU sebelah kanan jalan, tepat disebelah kiri jalan (depan SPBU persis) ada gang masuk aja. Lurus terus sampai menuju perumahan yang dimaksud, setelah itu ada percabangan ambil kiri, lurus terus, gang pertama jangan belok, ketemu gang kedua baru belok. Kalau nemu teras rumah yang rame dan didesain retro vintage berarti berhasil nemu cafe We Made nya dan saya berhasil mengarahkan, tapi kalau ngga ketemu berarti arahan saya sukses bikin nyasar ! hahaha, but 90% kalau niat nyari pasti ketemu. Cafe ini udah cukup lumayan terkenal dikalangan mahasiswa-mahasiswa gaul Tembalang.
Cafe ini berada di daerah Srondol, Semarang. Tepatnya di Jl. Murbei III/3 kompleks Bina Marga (sesuai sama cover buku menu di atas). Untuk yang belum pernah dan ngga tau daerahnya pasti bingung nyari tempatnya, karena cafe kecil ini nyatu sama rumah-rumah lainnya di kompleks perumahan Srondol Banyumanik. Perumahannya pun agak susah ditemui karena namanya ngga terlalu terkenal didenger mahasiswa. Begini cara bodohnya untuk sampai ke We Made, dari patung kuda diponegoro belok kiri (kalau dari arah ngesrep) atau lurus terus (kalau dari arah gombel). Ikutin terus sepanjang jalan setiabudi itu sampai ketemu SPBU sebelah kanan jalan, tepat disebelah kiri jalan (depan SPBU persis) ada gang masuk aja. Lurus terus sampai menuju perumahan yang dimaksud, setelah itu ada percabangan ambil kiri, lurus terus, gang pertama jangan belok, ketemu gang kedua baru belok. Kalau nemu teras rumah yang rame dan didesain retro vintage berarti berhasil nemu cafe We Made nya dan saya berhasil mengarahkan, tapi kalau ngga ketemu berarti arahan saya sukses bikin nyasar ! hahaha, but 90% kalau niat nyari pasti ketemu. Cafe ini udah cukup lumayan terkenal dikalangan mahasiswa-mahasiswa gaul Tembalang.
Rabu, 04 Desember 2013
Tentang Ibu Dosen
Kali ini ceritaku datang dari sosok seorang wanita paruh baya cantik nan pintar, akhir-akhir ini cukup banyak bagian dari kami yang mengagumi ibu dosen satu ini. Sebut saja mrs TW, umurnya sekitar 40 tahunan. Masih terbilang muda untuk menjadi dosen senior, aku rasa sudah cukup lama beliau mengajar di kampus MIPA Universitas Diponegoro. Pertama kali diajar oleh beliau saat kuliah semester 5 di mata kuliah horor, Kimia Fisik 3. Saat itu, aku dan teman-teman mengenalnya sebagai sosok ibu dosen muda yang luar biasa galak dengan mata kuliah yang super susah dimengerti. Mata kuliahnya bikin nyesel kuliah di kimia. Tapi kini di perkuliahan semester 7, anggapan tentang mrs TW sudah berubah sampai 180 derajat.
Selasa, 26 November 2013
Selamat Hari Guru
"Pada guru, kita titipkan persiapan masa depan bangsa ini."
Demikian kata-kata ini saya kutip dari Pak Anies Baswedan dalam website resminya. Sedikit, singkat, dan padat kata-kata itu begitu mengena sangat dalam. Kau ingat kawan, ketika negara Jepang dibombardir oleh tentara sekutu? Negara matahari terbit itu luluh lantak, tak ada materi apapun yang tersisa. Yang terpikir oleh pemerintah Jepang pada saat itu adalah mencari berapa banyak guru yang masih hidup untuk mengajar rakyat-rakyatnya yang tersisa. Ya, mereka membangun kembali bangsa yang sudah hancur dan tak punya apa-apa itu melalui pendidikan. Efeknya luar biasa ! Yang saya tahu, sampai hari ini Jepang menjadi salah satu negara termaju di dunia dengan merajai industri teknologi, otomotif, dan barang-barang elektronik.
Sebut saja HONDA, rasa-rasanya sebagian besar motor milik penduduk Indonesia berlabel 'honda'. Ah, aku saja sampai tak bisa menghitung ada berapa saking banyaknya. Itulah, salah satu contoh kehebatan negeri yang dibangun dari pendidikan dengan menghargai keberadaan sosok guru.
"Cara kita menghargai guru adalah cara kita menghargai masa depan." *ngutip kata-kata pak Anies (lagi)*
Kini, semua orang mengenalnya sebagai pahlawan. Pahlawan tanpa tanda jasa...
Demikian kata-kata ini saya kutip dari Pak Anies Baswedan dalam website resminya. Sedikit, singkat, dan padat kata-kata itu begitu mengena sangat dalam. Kau ingat kawan, ketika negara Jepang dibombardir oleh tentara sekutu? Negara matahari terbit itu luluh lantak, tak ada materi apapun yang tersisa. Yang terpikir oleh pemerintah Jepang pada saat itu adalah mencari berapa banyak guru yang masih hidup untuk mengajar rakyat-rakyatnya yang tersisa. Ya, mereka membangun kembali bangsa yang sudah hancur dan tak punya apa-apa itu melalui pendidikan. Efeknya luar biasa ! Yang saya tahu, sampai hari ini Jepang menjadi salah satu negara termaju di dunia dengan merajai industri teknologi, otomotif, dan barang-barang elektronik.
Sebut saja HONDA, rasa-rasanya sebagian besar motor milik penduduk Indonesia berlabel 'honda'. Ah, aku saja sampai tak bisa menghitung ada berapa saking banyaknya. Itulah, salah satu contoh kehebatan negeri yang dibangun dari pendidikan dengan menghargai keberadaan sosok guru.
"Cara kita menghargai guru adalah cara kita menghargai masa depan." *ngutip kata-kata pak Anies (lagi)*
Kini, semua orang mengenalnya sebagai pahlawan. Pahlawan tanpa tanda jasa...
Langganan:
Postingan (Atom)
