Sabtu, 26 September 2015

Inspirasi dari Seorang Raisa Andriana

Suatu malam minggu, kawanku mengajak nonton konser musik di gedung ICE (Indonesian Convention Exhibition) yang kebetulan gedung konser yang sedang naik daun ini dekat sekali dari rumah kami. Tak perlu berpikir panjang, aku pun meng 'iya' kan ajakannya. Sebentar, jangan salah sangka dulu. Aku bukan mau pamer kemesraan dan menceritakan kisah kencan nonton konser ya, kawanku ini perempuan dan kami jomblo. Tentang status penting untuk diklarifikasi, takut salah sangka. Hahaha !

Dua penyanyi muda Indonesia yang akan kami tonton perform-nya malam itu adalah AFGAN dan RAISA dalam konser bertajuk "A Night to Remember". Antusias pertamanya bukan karena nonton mereka berdua, tapi takjub karena gedung ICE ini ternyata megah dan keren. Agak salah fokus ya, hehe. Karena terus terang aku bukan penggemar kedua penyanyi itu, cuma tau dikit-dikit aja lagunya mereka jadi ngga seantusias nonton band favoritku (Maliq&D'essentials). Waktu itu mikirnya, lumayanlah daripada malam minggu di rumah aja.

Sabtu, 12 September 2015

Live in Periscope

Fuuuuh...Fuuuuh...Fuuuuh ! *tiup-tiup sarang laba-laba di blog*
Lumayan lama ngga pernah nengok akun ini lagi, akun ini hampir dilupakan seiring banyaknya aplikasi media sosial lain yang beredar di playstore beberapa tahun terakhir ini.

Kemarin-kemarin aku lagi suka kepo-kepo akun para artis muda dalam negeri di linimasa mereka. Ada tulisan "Live in Periscope", trus ada tulisan "via Periscope.Tv" di keterangan dari mana kicauan itu diupdate. Penasaran, lalu aku klik link-nya. Error, blank, ngga kebuka apa-apa, layarnya jadi putih doang. Gadget belum support sepertinya, maklum masih pake android edisi jadul :(
Karena hp sepertinya belum support, aku berpikir untuk mengabaikan pencarian tentang apa itu media sosial Periscope. Yang penting pernah denger walaupun ngga tau kecanggihan Periscope sebenernya. Yah minimal ngga norak-norak banget gitu lah, nanti level kegaulan turun drastis dong. Haha !

Rabu, 29 April 2015

Menyambut Hangatnya Matahari Pagi di Puncak Bukit Posong

                                                                            
Bagi para pendaki gunung, tak ada yang lebih menyenangkan selain dapat menyambut kedatangan matahari pagi dari sebuah puncak. Bukit Posong adalah salah satu tempat terbaik untuk memburu keindahan matahari terbit. Bukit ini terletak di lereng gunung Sindoro, tepatnya di desa Tlahab, Kecamatan Kledung yang hanya berjarak 3,5 km dari jalan raya Temanggung-Wonosobo. Perjalanan menuju Posong dapat ditempuh hanya 15 menit saja dari pusat kota Temanggung menggunakan
sepeda motor ataupun mobil pribadi.

Selasa, 31 Maret 2015

Selamat Panjang Umur, Aku !

31 Maret 2015. Hari refleksi.

Tepat di akhir bulan ke 3 tahun ini, usiaku genap menginjak 23 tahun. Usiaku menjadi bertambah satu dari tahun kemarin. Bertambah satu sama dengan satu tahun kehidupan. Ajaib ! Ini bukan ajaib, tapi satu tahun itu adalah kehidupan yang benar-benar terjadi selama 365 hari. Aku tak lagi menganggap ini hari ulang tahun. Aku sepakat dengan diriku sendiri menyebut hari mengulang tahun ini menjadi hari refleksi. Karena memang tak ada tahun yang diulang, yang ada adalah tahun yang baru dengan cerita baru serta segala pertambahan kebaikan dan mungkin juga bertambahnya kedewasaan.

Selasa, 24 Maret 2015

Sabtu Bersama Bapak

Semua orang menilai bahwa bapak adalah sesosok laki-laki yang paling hebat sejagat raya melebihi super hero terkuat manapun. Tak terkecuali aku. Bagi seorang anak perempuan sepertiku, bapak adalah laki-laki pertama yang aku cintai. Satu-satunya laki-laki yang tidak pernah bikin patah hati, kasih sayangnya begitu tulus tanpa balas. Bapak selalu berusaha keras membuat istri dan anak-anaknya bahagia dengan cara apapun. Bapak tidak pernah melupakan atau pura-pura lupa akan tanggung jawabnya sebagai kapten dari kapal yang mengarungi sebuah bahtera bernama rumah tangga.

Bapak yang hebat ini pula yang dimiliki oleh dua orang kakak beradik laki-laki, Satya dan Cakra. Mereka adalah anak dari seorang bapak bernama Gunawan Garnida dan ibu mereka Itje Garnida. Kisah keluarga Pak Gunawan ini diceritakan dengan sangat apik dan mengharukan oleh Aditya Mulya dalam buku berjudul "Sabtu Bersama Bapak".

Ads Inside Post