Sabtu, 12 Juli 2014

Tentang Kehidupan 20 Tahun

Sampai detik kau membaca tulisanku ini sudahkah kau berusia 20 tahun, kawan?
Kalau sudah aku akan memberitahumu tentang perjalanan perubahan yang membawamu menuju kedewasaan. Kejadian-kejadian ini aku kutip dari sebuah artikel menarik pada website hipwee .
Inilah 20 kejadian yang membawa banyak perubahan pada hidupmu yang dimulai di usia ke 20 tahun, selamat membaca !

Sabtu, 05 Juli 2014

TBIM BonBar


                                           
Sebenarnya sudah dari sebulan yang lalu aku ingin bercerita tentang komunitas relawan keren, namanya TBIM BonBar. Kepanjangan dari Taman Baca Indonesia Menyala Kebon Baru, adalah sebuah taman baca (seperti perpustakaan kecil) yang diinisiatori oleh 3 orang penyala yang tidak kalah keren. Sebut saja kak Reni, kak Ulfa, dan Chenia. Hampir tiga bulan lamanya setiap satu kali dalam seminggu- setiap hari sabtu - saya ikut berkumpul menjadi relawan TBIM BonBar di posko kuning yang terletak di daerah Kebon Baru Tebet, Jakarta Selatan.

Selasa, 18 Februari 2014

Seorang Slamet Mustofa

                                   

Anak laki-laki kecil nan mungil berkulit hitam itu namanya Slamet Mustofa, teman-teman dan gurunya biasa memanggil ia Mustofa atau Tofa. Umurnya 11 tahun. Ia murid kelas 6 di salah satu sekolah dasar nun jauh disana di sebuah desa di ujung kabupaten Temanggung, SDN 2 PagerGunung. Bukan tak sengaja aku mengenal Mustofa, aku mengenalnya saat aku menjalani pengabdian di desa PagerGunung melalui program-program KKN.

Sabtu, 28 Desember 2013

Western Homemade "We Made Taste"

Untuk mahasiswa gaul Tembalang yang suka sama western food tapi ngga pake mahal boleh banget dateng ke cafe kecil nan cozy, namanya "We Made Taste".



Cafe ini berada di daerah Srondol, Semarang. Tepatnya di Jl. Murbei III/3 kompleks Bina Marga (sesuai sama cover buku menu di atas). Untuk yang belum pernah dan ngga tau daerahnya pasti bingung nyari tempatnya, karena cafe kecil ini nyatu sama rumah-rumah lainnya di kompleks perumahan Srondol Banyumanik. Perumahannya pun agak susah ditemui karena namanya ngga terlalu terkenal didenger mahasiswa. Begini cara bodohnya untuk sampai ke We Made, dari patung kuda diponegoro belok kiri (kalau dari arah ngesrep) atau lurus terus (kalau dari arah gombel). Ikutin terus sepanjang jalan setiabudi itu sampai ketemu SPBU sebelah kanan jalan, tepat disebelah kiri jalan (depan SPBU persis) ada gang masuk aja. Lurus terus sampai menuju perumahan yang dimaksud, setelah itu ada percabangan ambil kiri, lurus terus, gang pertama jangan belok, ketemu gang kedua baru belok. Kalau nemu teras rumah yang rame dan didesain retro vintage berarti berhasil nemu cafe We Made nya dan saya berhasil mengarahkan, tapi kalau ngga ketemu berarti arahan saya sukses bikin nyasar ! hahaha, but 90% kalau niat nyari pasti ketemu. Cafe ini udah cukup lumayan terkenal dikalangan mahasiswa-mahasiswa gaul Tembalang.

Rabu, 04 Desember 2013

Tentang Ibu Dosen

Kali ini ceritaku datang dari sosok seorang wanita paruh baya cantik nan pintar, akhir-akhir ini cukup banyak bagian dari kami yang mengagumi ibu dosen satu ini. Sebut saja mrs TW, umurnya sekitar 40 tahunan. Masih terbilang muda untuk menjadi dosen senior, aku rasa sudah cukup lama beliau mengajar di kampus MIPA Universitas Diponegoro. Pertama kali diajar oleh beliau saat kuliah semester 5 di mata kuliah horor, Kimia Fisik 3. Saat itu, aku dan teman-teman mengenalnya sebagai sosok ibu dosen muda yang luar biasa galak dengan mata kuliah yang super susah dimengerti. Mata kuliahnya bikin nyesel kuliah di kimia. Tapi kini di perkuliahan semester 7, anggapan tentang mrs TW sudah berubah sampai 180 derajat.

Ads Inside Post